9 Desember 2023

Teori Pembelajaran Harus Diimbangi Praktik Langsung

SEMARANG[SemarangPedia] –  Dalam proses penyampaian pemahaman pembelajaran kepada mahasiswa, praktik langsung ke lapangan menjadi salah satu faktor penting agar teori yang diberikan dalam kelas lebih mudah dipahami.

Hal itulah universitas perlu menggandeng instansi lain sebagai ”ladang” bagi mahasiswa untuk mempraktikan apa yang diperoleh dalam kelas.

Rektor Universitas PGRI Semarang (UPGRIS)  Muhdi mengatakan kerja sama UPGRIS dengan PT Pegadaian dilakukan dalam upaya meneguhkan  pembelajaran teori untuk ditopang praktik secara langsung ke lapangan.

“Dengan demikian, mahasiswa akan memahami secara menyeluruh bukan dari satu sisi, tetapi pembelajaran lain bisa didapatkan melalui proses praktik lapangan,” ujarnya usai menyaksikan penandatanganan naskah kerja sama UPGRIS dengan PT Pegadaian Persero Cabang Semarang di ruang seminar kampus UPGRIS Jl Sidodadi, Semarang, Selasa. (12/12)

Penandatangan kerja sama tersebut dilakukan oleh Dekan Fakultas Hukum dan Ekonomi Bisnis UPGRIS Sapto Budoyo, Dekan Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Keolahragaan dan Rekreasi (FPIPSKR) Titik Hariyati dan dari PT Pegadaian Persero diwakili oleh Deputi Bisnis Pegadaian Semarang Mochamad Choyin.

Menurutnya, kerja sama itu diharapkan ke depan mahasiswa bisa praktik atau melakukan penelitian di instansi tersebut. Misalnya, penelitian tentang minat investasi emas, sebab saat ini Pegadaian bukan hanya tentang bisnis gadai tetapi lebih luas seperti investasi.

Selain itu, dia menmabhakan mahasiswa bisa terlibat dalam pengembangan perusahaan tersebut khususnya dalam menghadapi persaingan lembaga keuangan di era sekarang ini.

“Mahasiswa di zaman milineal ini tentu memiliki pandangan ke depan sehingga bisa dimaksimalkan juga oleh Pegadaian untuk meraih segmen pasar anak muda,” tuturnya.

Sementara itu, Deputi Bisnis Pegadaian Semarang Mochamad Choyin menyambut baik kerja sama ini, mengingat selama ini masih banyak BUMN yang produknya kurang dikenal masyarakat.

“Untuk itu kami melakukan pendekatan ke kampus salah satunya UPGRIS untuk mensosialisasikan Pegadian, termasuk produk-produknya. Karena selama ini masyarakat masih mengenal Pegadaian sebagai tempat gadai atau kredit dengan jaminan barang,” ujarnya.

Selain penandatanganan kerja sama, dalam acara yang bertajuk ”Pegadaian Goes To Campus” tersebut juga digelar seminar menghadirkan pembicara Malik Khidir, CEO Stechoq Robotika Indonesia.

Mochamad Choyin  banyak memberikan motivasi kepada peserta seminar untuk berani mengambil keputusan dan mengeluarkan seluruh kemampuan untuk berkreasi dan berinovasi dengan melakukan hal-hal yang luar biasa. (RS)