
Fakultas Hukum melalui kerja sama berkelanjutan dengan Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) PGRI Provinsi Jawa Tengah kembali menyelenggarakan program magang yang ditujukan bagi mahasiswa tingkat akhir maupun mahasiswa yang sedang menempuh mata kuliah praktik hukum. Program ini menjadi salah satu bentuk implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), sekaligus sarana strategis dalam meningkatkan kemampuan advokasi mahasiswa melalui pengalaman langsung di lapangan.

Program magang yang dimulai sejak awal bulan ini diikuti oleh mahasiswa Fakultas Hukum dari berbagai perguruan tinggi mitra. Para peserta diterjunkan secara langsung dalam kegiatan pelayanan hukum yang diberikan LKBH kepada masyarakat, mulai dari konsultasi hukum gratis, pendampingan kasus, hingga pembuatan dokumen-dokumen hukum.
Keterlibatan mahasiswa dalam proses administrasi dan pendampingan hukum memberikan pemahaman komprehensif tentang bagaimana teori hukum yang dipelajari di ruang kuliah diterapkan dalam situasi nyata. Mahasiswa juga memperoleh pengalaman menangani beragam kasus, seperti masalah keluarga, perdata, pidana, hingga sengketa ketenagakerjaan.
Ketua LKBH PGRI Provinsi Jawa Tengah, Vinsa, menegaskan bahwa kegiatan magang ini menjadi ruang pembelajaran penting bagi calon praktisi hukum.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya unggul dalam teori, tetapi juga matang dalam praktik. Dengan terjun langsung ke lapangan, mereka belajar berinteraksi dengan klien, memahami kebutuhan masyarakat, serta mengasah kemampuan analisis dan komunikasi hukum,” ujarnya.

Pendampingan dilakukan langsung oleh para advokat dan konsultan hukum yang memiliki pengalaman panjang di bidang bantuan hukum. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya mempelajari aspek teknis, tetapi juga memahami nilai-nilai keadilan, etika, dan tanggung jawab moral seorang advokat. Salah satu peserta magang, Cindi, mengungkapkan bahwa pengalaman ini menjadi salah satu momen paling berharga selama menjalani pendidikan di Fakultas Hukum.
“Kami belajar bagaimana berhadapan langsung dengan klien yang datang membawa berbagai permasalahan. Kami belajar mendengarkan, menganalisis, dan memberikan saran hukum yang tepat. Pengalaman ini benar-benar membuka wawasan tentang dunia advokasi yang sesungguhnya,” katanya.
Mahasiswa juga mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan investigasi lapangan, mediasi, hingga pendampingan klien ke instansi terkait. Keterlibatan aktif ini memberikan gambaran nyata tentang dinamika profesi hukum dan tantangan yang akan dihadapi ketika terjun ke dunia kerja.
Pihak Fakultas Hukum menyambut baik program kemitraan ini dan menilai bahwa kegiatan magang seperti ini sangat penting untuk mempersiapkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing di dunia profesional.
Program ini sekaligus menjadi bentuk komitmen fakultas dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kemampuan advokasi yang kuat.
Melalui kerja sama dengan LKBH PGRI Jawa Tengah, fakultas berharap agar mahasiswa dapat terus mengembangkan potensi diri, memahami kebutuhan masyarakat pencari keadilan, dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan hukum di tengah masyarakat.



