
Fakultas Hukum terus memperkuat implementasi pembelajaran berbasis pengalaman melalui program magang di berbagai instansi penegak hukum. Salah satu bentuk kerja sama strategis tersebut diwujudkan melalui penempatan mahasiswa dalam program magang di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah. Program ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam tentang penegakan hukum narkotika sekaligus membekali mahasiswa dengan keterampilan praktik yang relevan dengan perkembangan dunia hukum saat ini. BNNP Jawa Tengah merupakan lembaga yang memiliki peran vital dalam upaya pencegahan, pemberantasan, dan rehabilitasi penyalahgunaan narkotika di wilayah Jawa Tengah. Melalui program magang ini, mahasiswa Fakultas Hukum memperoleh kesempatan untuk melihat secara langsung proses kerja lembaga tersebut, mulai dari aspek penyidikan, pendataan kasus, asesmen rehabilitasi, hingga kegiatan pencegahan dan sosialisasi di masyarakat.
Ketua Program Studi Toebagus Galang W.P., S.H., M.H., menyampaikan bahwa magang di BNNP Jawa Tengah menjadi ruang belajar penting bagi mahasiswa, khususnya di bidang hukum pidana khusus.
“Kami ingin mahasiswa memiliki pemahaman komprehensif tentang penanganan kasus narkotika, yang saat ini menjadi salah satu isu hukum paling krusial di Indonesia. Melalui praktik lapangan ini, mereka tidak hanya belajar tentang teori, tetapi juga proses penegakan hukum yang sebenarnya,” ujarnya.

Melalui keterlibatan langsung ini, mahasiswa dapat memahami bagaimana hukum dijalankan secara nyata, termasuk bagaimana koordinasi antara aparat, masyarakat, dan lembaga terkait dilakukan untuk menangani kasus narkotika secara komprehensif. Salah satu mahasiswa peserta magang, Septiana Herawati, mengungkapkan pengalaman berharga yang didapat selama mengikuti program tersebut.
“Kami belajar bahwa penegakan hukum narkotika tidak hanya tentang proses pidana, tetapi juga pendekatan kemanusiaan melalui rehabilitasi. Pengalaman ini memberi gambaran nyata tentang kompleksitas kasus narkotika dan pentingnya kerja sama lintas instansi,” tuturnya.
Mahasiswa juga mengakui bahwa keterlibatan mereka dalam kegiatan penyidikan dan asesmen membuat mereka lebih siap menghadapi tantangan di dunia profesional, sekaligus menumbuhkan kepekaan terhadap masalah sosial yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika. Fakultas Hukum berkomitmen untuk terus memperluas jaringan kerja sama dengan instansi penegak hukum, termasuk BNNP Jawa Tengah, sebagai bagian dari upaya menciptakan lulusan yang kompeten, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Program magang seperti ini merupakan implementasi nyata dari pembelajaran berbasis pengalaman yang sejalan dengan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
“Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperluas wawasan dan mengembangkan keterampilan praktik hukum, sehingga saat terjun ke dunia kerja mereka sudah siap berkontribusi secara nyata,” tambah Toebagus Galang.
Melalui program magang di BNNP Jawa Tengah, Fakultas Hukum berharap dapat terus mendorong penguatan kompetensi mahasiswa, khususnya di bidang hukum pidana dan penegakan hukum narkotika. Sinergi antara dunia akademik dan lembaga pemerintah ini menjadi langkah strategis dalam mencetak generasi hukum yang memiliki integritas, profesionalitas, dan kepedulian terhadap permasalahan bangsa.



